Kebenaran
Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.
Yang mana lmu berasal dari bahasa Arab 'ilm dari kata ini lalu di Indonesiakan menjadi Ilmu. Sedangkan dalam perspektif Islam, ilmu merupakan pengetahuan mendalam hasil usaha dari para ilmuwan muslim atas persoalan duniawi dan ukhrawi dengan bersumber kepada wahyu Allah.
Perbedaan antara ilmu modern dan ilmu dalam Islam adalah, dalam Islam mengaitkannya kepada akhirat juga, tidak hanya dunia saja. Seperti diketahui bahwa penguasa ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini adalah barat. Dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang sudah dibuktikan secara kebenarananya dengan cara yang objektif yang dibangun berdasarakan fakta-fakta yang dapat disimpulkan serta dapat memberikan efek yang besar.
Sumber pengetahuan adalah tanda-tanda yang ada di dalam alam semesta, yang adadalam diri manusia sendiri, dalam sejarah, atau dalam berbagai peristiwa sosial dan berbagaiaspek bangsa dan masyarakat, dalam akal atau prinsip-prinsip yang sudah jelas dan di dalam hati.Sumber-sumber ilmu pengetahuan itu secara garis besar ada tiga, yaitu alam semesta (alam fisik),Alam akal (nalar) dan Hati (intuisi dan ilham)
Ibnu Khaldun membagi ilmu menjadi dua macam, yaitu ilmu naqliyah atau ilmu yang berdasarkan otoritas, yaitu seperti hadits, tasawuf, ilmu kalam. Dan ilmu aqliyah atau ilmu yang berdasarkan akal, yaitu seperti matematika,fisika.
Dan Al-Attas membagi ilmu menjadi dua bagian juga, yaitu ilmu iluminasi atau pengenalan dan ilmu sains atau pengetahuan. Dari kedua pendapat ini cukup dapat disimpulkan bahwa ilmu dalam Islam tidak hanya tentang syariah dan akidah saja, tetapi kita umat muslim juga diwajibkan menuntut ilmu lainnya.
Objek ilmu dalam Islam tidak hanya pada objek fisik, atau hal-hal yang tampak pada indera manusia saja. Tetapi juga mencakup objek metafisik. Hal ini tentunya berbeda pada Barat, dimana yang hanya memiliki objek fisik saja. Karena barat hanya memiliki satu objek ilmu saja, yaitu objek fisik, maka barat hanya mempercayai indra atau rasio saja.
Berbeda dengan Islam, menurut pandangan para filsafat Muslim, sumber ilmu dari Tuhan dapat diperoleh melalu tiga cara, yaitu indra, akal sehat, dan laporan yang benar. Dengan panca indera, manusia dapat menangkap objek indrawi dengan cara paca indra internal dan eksternal. Panca indra internal mencakup akal sehat dan imajinatif, sedangkan panca indera eksternal mencakup pendengaran, penciuman, penglihatan, peraba, perasa.
Dengan menggunakan akal sehat atau intuitif, manusia dapat menangkap objek spiritual atau metafisik, yaitu metode ini langsung dari Tuhan ke dalam hati manusia tentang realitas yang ada..
Dengan cara inilah akan manusia, melakukan penelitian terhadap alam semesta, dan dapat mengatahui Tuhan serta hal gaib. metode ini dipengaruhi oleh pemikiran cendekiawan yang menggangap sebagai pengalaman yang unik, lebih tinggi daripada persepsi dan pikiran, yang menghasilkan ilmu pengetahuan tertinggi. Yang ketiga adalah laporan yang benar merupakan otoritas mutlak yaitu yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW berdasarkan wahyu dari Al-Quran dan Hadits.
Kebenaran ilmiah adalah suatu pengetahuan yang jelas dan pasti kebenarannya menurut norma-norma keilmuan. Kebenaran ilmiah cenderung bersifat objektif, didalamnya terkandung sejumlah pengetahuan menurut sudut pandang yang berbeda-beda, tetapi saling bersesuaian. Menurut Abbas Hamami, jika subyek hendak menuturkan kebenaran artinya adalah proposisi yang benar. Proposisi maksudnya adalah makna yang dikandung dalam suatu pernyataan atau statement.
Komentar
Posting Komentar